Setelah pernikahan, Mei dipaksa untuk tinggal di rumah besar Hiroshi, yang terletak di daerah yang sangat jauh dari keluarganya. Mei sangat sedih dan merasa dikhianati oleh keluarganya sendiri. Dia tidak memiliki kebebasan untuk membuat pilihan hidupnya sendiri dan terpaksa menjalani hidup yang tidak dia inginkan.
Itsukaichi Mei tidak menyerah. Dia terus mencari cara untuk keluar dari situasi yang sulit ini. Dia mulai mencari pekerjaan sampingan untuk mendapatkan uang dan membangun jaringan dengan orang-orang yang dapat membantunya.
Itsukaichi Mei tumbuh dalam sebuah keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah seorang petani yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat peduli dengan anak-anaknya. Mei adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, dan dia sangat dekat dengan adik laki-lakinya yang bernama Taro.
Selain itu, Mei juga harus menghadapi keluarga Hiroshi yang sangat kejam dan tidak memiliki hati nurani. Mereka memperlakukan Mei sebagai seorang pembantu rumah tangga dan tidak memiliki rasa hormat terhadapnya.
Mei juga mulai mencari informasi tentang korupsi yang dilakukan oleh Hiroshi dan keluarganya. Dia ingin membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak baik dan tidak layak untuk hidup bebas.
Beberapa bulan setelah kematian Taro, keluarga Mei mulai mengalami kesulitan keuangan. Ayahnya yang sudah tua dan lemah tidak mampu bekerja seperti sebelumnya, sementara ibunya tidak memiliki pekerjaan. Dalam keadaan darurat, keluarga Mei menerima tawaran dari seorang pria tua yang kaya dan berpengaruh di daerah mereka.
Pria tua tersebut bernama Hiroshi, yang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses namun memiliki reputasi buruk sebagai koruptor. Hiroshi menawarkan bantuan keuangan kepada keluarga Mei dengan syarat bahwa Mei harus menikah dengannya. Keluarga Mei yang sangat membutuhkan uang tidak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran tersebut.